S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Selasa, 25 Januari 2011

Mengapa pakaian lembab lebih mudah disetrika?

Semua kain (dalam bahasa Kimia biasanya polimer) mempunyai struktur yang sama. Analogi yang baik untuk strukturnya adalah semangkok mie yang telah dimasak dengan tiap untai mie mewakili molekul polimer plastik. Molekul-molekul polimer dalam plastik seperti untai-untai mie saling berbelit. Pada suhu rendah untai-untai molekul itu mengeras dan plastik nampak padat dan rapuh, seperti gelas (barangkali mirip mie yang belum direbus).
Dengan pemanasan, molekul-molekul yang seperti mie dalam plastik tadi mulai meliuk-liuk, dan tergelincir satu sama lain dan akhirnya pada suhu cukup tinggi bergerak dan mengalir serentak. Jadi tidak seperti bahan bukan plastik yang tegas suhu perubahan padat ke cairnya (misalnya es tepat pada suhu 0oC, secara tegas meleleh dari padat ke cair), plastik berubah perlahan dari padatan ke cairan. Baca selengkapnya ...

Mengapa sebagian Logam dapat ditempa, sedang lainnya tidak ?

Kita dapat membeli aluminium foil, tembaga, timbal, emas, perak. Tapi tak akan pernah Anda dapat peroleh seng foil. Sama seperti kita dapat beli kawat nikel, krom dan besi, namun tak akan didapat kawat kobal. 


  Gambar :
Mengapa demikian ? Baca selengkapnya 

Dibalik Lembutnya Es Krim

Membayangkan es krim akan terbayang kelembutan dan ke-yummy-an rasanya. Untuk membuat dan menyimpan es krim sehingga kelembutan dan rasa yummy-nya terpelihara, kuncinya adalah kimia. Tanpa sifat koligatif larutan atau sifat-sifat koloid tidak mungkin es krim lezat bisa diproduksi.
Struktur dan kandungan es krim
Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm), kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu (Gambar 1).Baca selengkapnya .....

Konsumen Harus Jeli Deteksi Bahan Kimia

MENURUT pakar gizi Prof Ali Khomsan, yang menjadi alat deteksi awal dari keberadaan bahan kimia tambahan dalam makanan adalah kejelian konsumen. Masyarakat harus jeli untuk memastikan kandungan yang terdapat dalam label isi kemasan. Kasus keracunan makanan akibat bahan pengawet, sambungnya, terjadi akibat rendahnya kewaspadaan konsumen.
Kelengahan konsumen tersebut, katanya, diperparah dengan rendahnya pengawasan oleh aparatur yang menjadi pengawas keamanan pangan. Selain soal sumber daya manusia yang masih minim, lanjutnya, luas area yang harus dipantau juga terlalu luas.Baca selengkapnya ......

Pengendalian Nyamuk dengan Bioinsektisida

Selama ini untuk pengendalian nyamuk Aedes aegypti maupun Anopheles, masyarakat masih banyak yang menggunakan bahan kimia (insektisida). Padahal, hal itu tidak ramah lingkungan dan sudah ada indikasi terjadinya resistensi nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles di berbagai tempat terhadap jenis insektisida tertentu.
"Untuk Aedes aegypti sudah ada kecenderungan toleran terhadap senyawa organofosfat," kata Kepala Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Depkes, Dr Damar Tri Boewono MS pada Republika. Organofosfat ini merupakan bahan kimia untuk pengendalian nyamuk dan jentik-jentik. Karena itulah, lanjutnya,Baca selengkapnya ......

Sjamsul Arifin Achmad, Menggagas Penemuan Senyawa Kimia

BERKAT kecintaannya untuk meneliti senyawa-senyawa pada tanaman, Prof Sjamsul Arifin Achmad menggagas penemuan puluhan senyawa kimia pada tanaman di Indonesia yang bermanfaat sebagai hormon tumbuhan, antibakteri, hingga antikanker pada manusia. Penamaan kimia senyawa-senyawa hasil temuan itu di antaranya memakai nama Indonesia.
GURU besar kimia organik bahan alam pada Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) ini menemukan senyawa-senyawa kimia pada tanaman dengan dibantu Dr Euis Holisotan Hakim, Dr Yana Maolana Syah, Dr Lia Dewi Juliawaty, Didin Mujahidin MSi, dan Drs Lukman Makmur dari Departemen Kimia FMIPA ITB. Sejak tahun 1985,Baca selengkapnya .....

Prof. Noyori: sains itu mirip dengan seni Hadiah Nobel Tidak Bisa Ditargetkan Sejak Awal

Pengumuman Professor Ryoji Noyori (63 tahun, Nagoya University) sebagai salah satu peraih hadiah Nobel kimia membawa kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Jepang dan masyarakatnya. Ini berarti, 2 tahun berturut-turut ilmuwan Jepang berhasil meraih hadiah Nobel. Noyori adalah orang Jepang ke-7 yang menerima hadiah Nobel bidang ilmu pengetahuan (Fisika/Kimia/Biologi/Kedokteran).
Hadiah Nobel selalu disangkutpautkan dengan level dan kemampuan sains suatu negara. Jepang sering dikenal sebagai negara berteknologi tinggi. Barang-barang elektronika adalah buatan Sony, Toshiba, serta Fujitsu, kemudian mobil-mobil buatan Toyota, Nissan dan Mistubishi juga cukup merasuk ke penjuru pasaran dunia. Namun Jepang terasa kurang dalam hal orijinalitas iptek. Ini bisa juga dilihat dari sedikitnya jumlah penerima hadiah Nobel asal Jepang selama ini.Baca selengkapnya ....

Waterborne : Cat Ramah Lingkungan

bid

 
Cat konvensional, khususnya untuk kepentingan perwarnaan kendaraan bermotor, terbukti banyak mengandung senyawa berbahaya karena selalu menguapkan banyak bahan pengurai yang merusak lingkungan. Karena itulah, teknologi di bidang ini terus dikembangkan demi terciptanya produk ramah lingkungan dengan kualitas yang tak kalah dengan cat konvensional.
Dan, belakangan teknologi menyangkut cat berkembang amat pesat. Malahan yang terkini muncul, cat dengan ramuan teknologi waterborne.Baca selengkapnya .........

Gaya Bahtiar Mengajarkan Kimia

bur

 
Keberadaan media pembelajaran sangat diperlukan untuk menunjang tugas-tugas guru guna memotivasi dan meningkatkan pemahaman siswa. Hanya saja, pengadaan media pengajaran hasil industri cenderung mahal, sulit didapatkan, pengoperasiannya ekstra hati-hati, fungsi spesifik, serta belum tentu memicu spontanitas belajar karena media tidak terkait dengan lingkungan siswa.
Menyadari akan hal itu, Bahtiar Kholili, SPd kemudian membuat media pengajaran tiruan atau media baru dari bahan alam yang mudah didapatkan tanpa mengenyampingkan tujuan pengajaran. Dia lalu membuat dua media pembelajaran. Baca selengkapnya ....

Molekul Kiral Dari "Thalidomide" Sampai "L-DOPA"

Fendy (Kimia ITB) 

APA itu kiral? Kata "kiral" berasal dari bahasa Yunani "cheir" yang artinya tangan. Coba bayangkan tangan kiri berada di depan cermin, tentu saja bayangannya adalah tangan kanan. Sekarang posisikan tangan kiri dan tangan kanan menghadap ke bawah atau ke arah lantai. Kemudian letakan tangan kiri di atas tangan kanan anda. Terlihat, tangan kanan tidak bisa diimpitkan dengan tangan kiri kita.
Hal yang sama juga berlaku bagi molekul-molekul organik tertentu. Pada gambar 1, dapat dilihat senyawa Alanine memiliki dua struktur yang berbeda. Sebutlah A dan B yang analog dengan tangan kiri dan tangan kanan kita. A dan B sering disebut sebagai stereoisomer (isomer ruang) atau isomer optis. Harus diingat, suatu molekul organik disebut molekul kiral jika terdapat minimal satu atom C, Baca selengkapnya .....

Peran Senyawa Kimia dalam Sistem Pertahanan Tubuh Menangkal Serangan Benda Asing

Tahukah Anda, apa yang dilakukan dunia ketika para teroris menyerang dan membuat kacau? Semua negara di dunia, tanpa kecuali beramai-ramai membuat sistem pertahanan diri terhadap serangan para teroris, dan bekerja sama satu sama lain dalam membumi-hanguskan para pembuat kacau ini. Tapi tentu, tulisan ini bukan bertujuan membahas isu terorisme yang sedang gencar-gencarnya dibahas di seluruh dunia. Serangan teroris terhadap suatu negara hanya sebagai analogi tentang suatu kondisi yang pada prinsipnya mirip dengan serangan teroris, tetapi tentu serangan "teroris" ke dalam tubuh kita.Baca selengkapnya ...........